GAYA HIDUP ISLAMI VERSUS JAHILI
GAYA HIDUP ISLAMI VERSUS JAHILI
Oleh : Dedi S.Fathurrahman
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ
ءَامَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلآئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادُ لاَّيَعْصُونَ اللهَ
مَآأَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَايُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan keluargamu dari neraka
yang bahan bakarnya manusia dan batu yang penjaga malaikat kasar lagi keras,
mereka tidak mendurhakai Allah, mereka laksanakan apa yang diperintahkan Allah.
(QS. At Tahrim 6)
Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam
hidup ini. Pertama ialah kebaikan
(al-khair), kedua ialah
kebahagiaan (as-sa’adah). Hanya saja masing-masing orang mempunyai
pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Perbedaan inilah yang
mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia.
Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat
dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu: 1) gaya hidup Islami, dan 2) gaya
hidup jahili. Gaya hidup
Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat, yaitu Tauhid. Inilah gaya hidup
orang yang beriman. Adapun gaya hidup jahili, landasannya bersifat relatif dan
rapuh, yaitu syirik. Inilah gaya hidup orang kafir.
Setiap
Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam
menjalani hidup dan kehidupan-nya. Hal ini sejalan dengan firman Allah berikut
ini:
قُلْ
هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُوا إِلَى اللهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاوَمَنِ اتَّبَعَنِي
وَسُبْحَانَ اللهِ وَمَآأَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Artinya: Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang
yang mengikutiku mengajak
(kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku
tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf: 108).
Dengan demikian jelaslah bahwa gaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap
Muslim, dan gaya hidup jahili adalah haram baginya. Hanya saja dalam kenyataan
justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal, sebab justru gaya
hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat
Islam. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah
Shallallaahu alaihi wa Salam . Beliau bersabda:
لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِيْ بِأَخْذِ
الْقُرُوْنِ قَبْلَهَا شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ. فَقِيْلَ: يَا رَسُوْلَ
اللهِ، كَفَارِسَ وَالرُّوْمِ. فَقَالَ: وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَـئِكَ. (رواه
البخاري عن أبي هريرة، صحيح).
Artinya:
“Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad
sebelumnya, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. Ada orang yang bertanya, “Ya Rasulullah, mengikuti
orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z, shahih).
لَتَتَّبِعَنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ
وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَو
ْ دَخَلُوْا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوْهُمْ. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ
اللهِ، اَلْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى. قَالَ: فَمَنْ. (رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري،
صحيح).
Artinya:
“Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu,
sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan kalau mereka masuk ke
lubang biawak, niscaya kamu mengikuti mereka”. Kami bertanya,”Ya Rasulullah,
orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi, “Siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari dari
Abu Sa’id Al-Khudri z, shahih).
Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman
yang sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya
karena jiwa mereka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. Mereka
kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis
lain. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan
kepribadian dan gaya hidup Islami. Sebab apalah artinya mengaku sebagai orang
Islam kalau gaya hidup tak lagi Islami malah persis seperti orang kafir? Inilah
bencana kepribadian yang paling besar.
Rasulullah
Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ. (رواه أبو داود وأحمد
عن ابن عباس).
Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk
golongan mereka” (HR. Abu Dawud dan Ahmad, dari Ibnu Abbas Radhiallaahu
anhu hasan).
Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh)
hakikatnya telah menjadi seperti mereka. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh
itu?
Al-Munawi berkata: “Menyerupai suatu kaum
artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka, berlaku/ berbuat
mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka” Misalnya gaya
hidup kaum PUNK, trend TATTO, dll.
Tasyabbuh itu masih cukup luas, di antaranya yang sudah
membudaya dan mengakar di masyarakat adalah pakaian Muslimah. Berbagai mode busana
Muslimah bersaing dengan mode-mode
busana jahiliyah. Masih kita jumpai
busana Muslimah yang tidak memenuhi standar yang syar’iy. Masih mengadopsi mode ekspose aurat
sebagai ciri pakaian jahiliyah. Masih memprihatinkan lagi adalah busana
wanita yang beragama Islam dengan menonjolkan keketatan pakaian. Bahkan ada yang lengkap dengan dua bentuk
itu; mempertontonkan dan menonjolkan aurat.
Kejahilan ini secara dilengkapi tingkah laku yang -kata mereka- selaras dengan
mode pakaian itu. Na’udzubillahi min dzalik.
Rasulullah SAW. pernah bersabda:
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا؛ قَوْمٌ مَعَهُمْ
سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ
عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ
لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَتُوْجَدُ
مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا. (رواه مسلم عن أبي هريرة، صحيح).
“Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di
masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka
memukuli manusia dengan cambuk itu. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang
berpakaian (tapi kenyataan-nya) telanjang (karena mengekspose aurat), jalannya
berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda), kepala mereka seolah-olah punuk
unta yang bergoyang. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan
baunya, padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. (HR. Muslim,
dari Abu Hurairah z, shahih).
Firman
Allah swt. : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu
dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap
apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan”. (QS. At-Tahrim: 6).
Sinkretisme yg lagi trend issue zaman now, dianggap
bagian wujud toleransi dlm kehidupan masyarakat yg beragam. Padahal itu budaya
‘jahiliyah’ yg mencampuradukkan tradisi (budaya jahiliyah dg syari’at. Fatalnya
manakala kita memandang perbuatan itu bertentangan dg syari’at, malah sering
dituduh ‘wahabi’, intoleransi, radikal dan sejumlah predikat buruk lainnya.
Na’udzubillah…Famana tasybaha bi qaumin fa huwa minhum. Barang siapa menyerupai
(meniru-niru) gaya hidup,peribadatan, dll.suatu kaum maka dia bagian dari
mereka
Komentar
Posting Komentar